Selasa, 22 Oktober 2013

mahasiswa bule tertarik belajar tari lenggang di UNY



Mahasiswa Bule Tertarik Belajar Tari Lenggang di UNY

Selasa, 22 Oktober 2013 17:01 wib

JAKARTA - Menuju world class university, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tidak hanya bergerak di bidang akademik. Upaya tersebut juga dilakukan dengan mengenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional.

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan berupa workshop budaya, seperti angklung, gamelan, dan batik yang ditujukan bagi mahasiswa asing. Belum lama ini, mahasiswa asing pun diajak berkenalan dengan salah satu tarian tradisional Indonesia, yakni Tari Lenggang.

Sebelum mahasiswa asing mulai berlatih Tari Lenggang, Dosen Seni Tari UNY Trie Wahyuni memberikan sedikit gambaran mengenai tari asal Sumatera Barat tersebut. Mahasiswa asing juga diperkenalkan dengan tarian-tarian Indonesia yang lain melalui tayangan video dan pengantar sekilas.

Meskipun terlihat mudah, dalam aplikasinya, para mahasiswa asing tersebut mengalami kesulitan saat menari Lenggang. Namun, mereka tetap semangat mengikuti gerakan yang diajarkan sang dosen.

Beberapa di antara mereka bahkan meminta bimbingan ekstra kepada dosen pengajar pada jam istirahat. "Kelihatannya memang sangat mudah, tapi ternyata sulit sekali mengikuti gerakan tarian ini," komentar mahasiswa dari Chile, Alvaro, seperti disitat dari situs UNY, Selasa (22/10/2013).

Tarian ini rencananya akan ditampilkan pada Global Culture Fest pada 13 dan 14 November 2013 mendatang. GCF merupakan program yang diselenggarakan UNY untuk mahasiswa asing. Dalam program ini, mereka akan diberikan kesempatan untuk memperkenalkan budaya dari negara masing-masing.

mahasiswa UGM presentasi teknologi jamu di Jerman



MAHASISWA UGM PRESENTASI TEKNOLOGI JAMU DI JERMAN


Juaranews – Tujuh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses mempresentasikan teknologi jamu Indonesia di sejumlah universitas di Jerman.
Tujuh mahasiswa UGM tersebut adalah Yuliana Farkhah (Biologi), Rezcha Indriati (Biologi), Sekar Pelangi Manik Putri (Biologi), Iskandar (Biologi), Imam Fathoni (Biologi), Rizky Handayani (Farmasi), Maulana Rizki Aditama (MIPA) dengan dosen pembimbing Dr. Tatang Irianti, M.Sc., Apt. (Farmasi).
Berdasarkan keterangan dari HUMAS UGM, para mahasiswa akan membeberkan hasil penelitian mereka tentang keberagaman tumbuhan Indonesia yang menjadi obat herbal.
“Kami mempresentasikan hasil penelitian terkini dan teknologi tentang jamu,” ungkap Yuliana Farkhah, koordinator tim. Lebih lanjut ia menjelaskan keberagaman tumbuhan yang ada di Indonesia telah dimanfaatkan dan diolah sebagai obat herbal untuk pengobatan alternatif. Setidaknya sejak abad keempat, obat herbal yang kemudian dikenal sebagai jamu ini menjadi bukti kearifan lokal.
“Penggunaan yang sudah lama ini telah menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat di Indonesia,” kata Yuliana.

Tujuh mahasiswa UGM mempresentasikan riset melalui studi visit dengan tema “Diversity of Indonesian Ethnobotany : Journey of Herbal Medicine in Modern Lifestyle” di Jerman, 16-27 September 2013. Mereka telah mengunjungi sejumlah universitas terkemuka seperti Georg-August-Universität Göttingen, Dahlem Center of Plant Sciences (DCPS) Freie University of Berlin, Humboldt University, Ludwig-Maximillian University, Münich, dan NationalPark Hainich.(HK)


Mahasiswa UGM Kenalkan Jamu Indonesia di Jerman

YOGYAKARTA – Mahasiswa UGM membawa ilmu tentang obat tradisional Indonesia, yakni jamu, ke tingkat internasional. Presentasi riset yang dilakukan di Jerman tersebut merupakan program studi visit dengan tema “Diversity of Indonesian Ethnobotany: Journey of Herbal Medicine in Modern Lifestyle”.
“Keragaman tumbuhan yang ada di Indonesia selama ini telah dimanfaatkan dan diolah sebagai obat herbal untuk pengobatan alternatif. Melalui forum tersebut kami bisa sampaikan penelitian terkini dan teknologi tentang jamu di Indonesia,” kata Koordinator Tim Yuliana Farkhah, kemarin. Yuliana menjelaskan, sejak abad keempat, obat herbal atau lebih dikenal dengan istilah jamu tersebut menjadi bukti kearifan lokal, yaitu dengan dimulainya memanfaatkan tumbuhan oleh masyarakat tradisional sebagai obat.
Dalam program ini, mahasiswa UGM yang mengikuti studi di antaranya Yuliana Farkhah, Rezcha Indriati, Sekar Pelangi Manik Putri, Iskandar, dan Imam Fathoni dari Fakultas Biologi serta Rizky Handayani dari Fakultas Farmasi, Maulana Rizki Aditama dari Fakultas MIPA dengan dosen pembimbing Dr Tatang Irianti MSc Apt.
Salah satu anggota tim Imam Fathoni mengatakan, sebelum mempresentasikan penelitian tentang jamu pada 1627 September 2013 lalu, ia sempat mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul Bioactivity Studies of Ethanolic Extract Marchantia Sp. as An Alternative Chemical Plant Insecticide Aedes Aegypti L. Mosquito. Penelitian tersebut berisi paparan mengenai potensi lumut hati untuk mengendalikan vektor demam berdarah dari nyamuk Aedes Aegypti.