Era Globalisasi Sangat Memerlukan Jati Diri Bangsa Yang Berkarakter
Semangat
dan jiwa kebangsaan adalah antithesis dari cara berpikir, bersikap dan
berperilaku individual atau perorangan, kedaerahan, kepartaian,
golongan, aliran dan antithesis dari cara berpikir, bersikap dan
berperilaku kolonial. Oleh karena itu, dalam memahami nilai-nilai
persatuan untuk mewujudkan Indonesia ke depan yang lebih adil, damai dan
sejahtera yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara yang meliputi
dimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan
keamanan. Hal ini dikemukakan Mendagri Gamawan Fauzi dalam sambutannya
pada pembukaan jelajah Nusantara Tahun 2011 beberapa waktu yang lalu di
Manado Sulawesi Utara yang disampaikan oleh Dirjen Kesbangpol Kemendagri
A. Tanribali L. Kegiatan jelajah Nusantara Tahun 2011 berlangsung dalam
beberapa hari, yang dimulai dengan seminar dan dialog kebangsaan,
bantuan sosial dan acara pemasangan Prasasti Bhinneka Tunggal Ika, untuk
menggali dan memahami arti pentingnya wawasan kebangsaan, sehingga pada
akhirnya dapat diimplementasikan pada kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Semua kegiatan yang diikuti oleh wakil dari 33
Provinsi se Indonesia tersebut dapat menjadi kesempatan yang sangat baik
untuk memperkuat rasa persatuan, kesatuan dan persaudaraan sesama warga
bangsa kata Mendagri. Melalui kegiatan jelajah Nusantara 2011 ini juga
diharapkan seluruh peserta dapat mempelajari beberapa problematik
kebangsaan yang sedang kita hadapi, dan merumuskan usulan
langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan pemerintah
daerah, terutama dalam memelihara semangat persatuan dan kesatuan bangsa
sebagai modal dasar pembangunan nasional dan untuk menjaga keutuhan
NKRI.
Memerlukan Jati Diri
Dalam
kegiatan itu Mendagri menyegarkan kembali ingatan peserta bahwa
kemerdekaan Bangsa Indonesia bukanlah hasil pemberian dari para
penjajah, melainkan diraih dengan perjuangan dan pengorbanan jiwa dan
raga. Apa yang kita nikmati sekarang ini adalah rangkaian dari
perjuangan the founding fathers, yang telah meletakkan dasar dan
cita-cita kemerdekaan sehingga kita menjadi satu bangsa yang berdaulat.
Oleh karena itu, kita juga harus mampu mengambil hikmah dari
perjuangannya, yang menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Bhinneka
Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, katanya. Pancasila
dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai suatu
nilai yang terlahir dengan konsep NKRI dalam proklamasi kemerdekaan RI
sebagai nilai moral pembangunan nasional disegala bidang terlebih lagi
di era global yang sangat memerlukan jati diri bangsa yang berkarakter,
menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, dan berdaya saing. Kondisi
tersebut merupakan modal berharga bagi bangsa Indonesia dalam menjaga
keutuhan NKRI. Pelaksanaan Jelajah Nusantara 2011 mengangkat tema
“Dengan Jelajah Nusantara 2011 Kita Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan
Cinta Tanah Air untuk memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa” dengan
sub tema “Bersatulah Bangsaku dan Jayalah Negeriku : melalui kegiatan
Jelajah Nusantara 2011 dapat dijadikan sebagai kesempatan yang baik
dalam rangka memperteguh keyakinan kita akan pentingnya menjaga nilai
persatuan dan kesatuan bangsa dalam pembangunan nasional.
Marilah
kita cermati dan merefleksikan diri dari rangkaian perjuangan bangsa
Indonesia untuk membentuk Negara yang merdeka, bersatu dan berdaulat,
NKRI berhasil ditegakkan, akan tetapi bukan berarti perjuangan sebagai
Negara bangsa telah usai. Justru saat menjadi bangsa yang merdeka itulah
perjuangan yang sesungguhnya yaitu upaya mengisi kemerdekaan, kata
Mendagri Gamawan Fauzi. Seiring pergantian pemerintahan, dinamika dalam
upaya mengisi kemerdekaan terus berlangsung. Berbagai permasalahan
datang silih berganti, dimana semua memerlukan kerja keras dan
keterlibatan segenap anak bangsa untuk mengatasinya. Namun kita sadari
dan yakin, bahwa nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan dan
kesatuan yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita akan tetap
menjadi acuan dalam mengurangi perjalanan bangsa Indonesia hari ini dan
esok, kata Mendagri Gamawan Fauzi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar