PERSPEKTIF GLOBAL
“MODEL PEMBELAJARAN PERSPEKTIF GLOBAL DALAM IPS SD”
BAB
I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Mata kuliah perspektif global diperkenalkan dan
menjadi mata kuliah sangat populer karena berkaitan dengan proses globalisasi
yang mulai berkembang saat ini. Mata kuliah perspektif global membuka wawasan
untuk memahami dunia dan seisinya, sehingga menumbuhkan kesadaran bahwa dunia
yang begitu kompleks dan luas itu dapat menjadi sempit dan sederhana disebabkan
oleh kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Mata kuliah
ini juga memberikan bekal kepada calon pendidik untuk dapat memberikan
pengetahuan dan meningkatkan kesadaran anak didik, bahwa dunia yang lebih luas
ini perlu dipahami, dan dipelihara. Tanpa kita memahami dunia ini maka
kita akan tertinggal oleh manusia lain yang sudah memiliki pengetahuan dan
kemampuan yang lebih baik dalam memahami dunia. Mata kuliah ini juga merupakan
pendekatan menyeluruh yang memungkinkan pendidik dan siswa dapat memahami
dirinya sendiri serta hubungannya dengan masyarakat dunia.
Oleh karena itu, perspektif global sangat penting bagi
pendidik, mengingat bahwa kita sedang memasuki era globalisasi dan keterbukaan.
Tanpa memahami dunia ini, mungkin kita tersesat oleh arus globalisasi yang
begitu deras. Agar kita mampu memanfaatkan dunia ini bagi kesejahteraan manusia
maka kita harus memahami dunia. Dengan demikian cara pandang kita yang mungkin
sempit selama ini harus berubah menjadi cara pandang yang luas dan global.
Artinya segala sesuatu peristiwa, dan masalah harus dipandang dari sudut
kepentingan global.
- Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan materi (pokok bahasan)?
2. Apa yang dimaksu dengan proses
pembelajaran?
3. Apa saja tujuan yang akan dicapai
dalam pembelajaran?
4. Apa
saja teknik evaluasi dalam pembelajaran?
5. Bagaimana konsep pembelajaran?
6. Bagaimana pengembangan teknik
evaluasi dalam pembelajaran?
- Tujuan Rumusan Masalah
1. Untuk mengetahui materi (pokok
bahasan).
2. Untuk mengetahui proses
pembelajaran.
3. Untuk mengetahui tujuan yang akan
dicapai dalam pembelajaran.
4. Untuk mengetahui teknik evaluasi dalam pembelajaran.
5. Untuk mengetahui konsep
pembelajaran.
6. Untuk mengetahui pengembangan
teknik evaluasi dalam pembelajaran
BAB
II
LANDASAN TEORI
Dalam kehidupan manusia, banyak masalah yang menunjukkan pertentangan (controversial)
dsatu kenyataan dengan kenyataan lainnya. Dapat kita amati bersama dari tempat
tinggal masing-masing (lokal), tingkat wilayah yang lebih luas (provinsi),
antar wilayah negara (antar regional), sampai ke tingkat dunia (global)
Dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran IPS, dan lebih khusus lagi
tentang pembelajaran masalah – masalah controversial dalam konteks prespektif
global ada empat komponen yang harus diperhatikan. Empat komponen tersebut
meliputi materi (pokok bahasan), proses pembelajaran, dan hasil atau
produk yang akan dicapai (tujuan), serta teknik evaluasi sebagai
kulminasinya.
A.
MATERI (POKOK BAHASAN)
Selaku guru IPS untuk menjawab
pertanyaan materi pembelajaran yang akan disajikan pada pengajaran IPS guru
harus menggali dan merumuskan materi yang akan disajikan sesuai dengan tingkat
perkembangan murid yang akan memperoleh materi yang bersangkutan.
Berbicara tentang sumber materi, khususnya tentang masalah-masalah
kontroversional, pertama yang harus dilakukan selaku guru IPS harus mengacu pada
kurikulum yang berlaku. Untuk menambah, mengembangkan dan memperkaya materi
yang ada dalam kurikulum, selaku guru IPS harus menggali sumber-sumber lainnya.
Ke dalam sumber tersebut yang paling utama yaitu masyarakat dan lingkungan
tempat kita dan anak-anak berada. Sumber lain yang dapat dijangkau dan ada
disekitar kita, yaitu bahan bacaan berupa buku, surat kabar, tabloid dan
majalah. Selanjutnya juga media elektronik yang menyiarkan berita, baik berita
nasional maupun dunia.
B.
PROSES PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran yang akan ditempuh dan dilaksanakan, tidak dapat
dilepaskan dari sifat materi yang akan dibahas, dan produk atau tujuan yang
harus dicapai. Oleh karena itu, metode dan strategi yang akan diterapkan serta
media pengajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, harus
disesuaikan dengan sifat materi dan tujuan yang akan dicapai.
Dari berbagai metode pengajaran dan strategi mengajar sebaiknya guru IPS
dapat menseleksi dalam penerapan dan penggunaannya sesuai dengan sifat materi
dan tujuan yang akan dicapai.
C.
TUJUAN YANG AKAN DICAPAI
Benjamin S. dan kawan – kawan (1965), dalam bukunya yang berjudul (Taxonomy
of Educational Objectives) menemukan tiga aspek perilaku yang menjadi
tujuan pendidikan dan pengajaran, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
D.
TEKNIK EVALUASI
Teknik evaluasi meliputi, non-test dan test. Evaluasi non-test, meliputi
penilaian kegiatan tugas dan penampilan. Penampilan ini menjadi pendorong
kegairahan dan penciptaan suasana persaingan yang sehat yang menjadi dasar kemajuan
individu siswa dalam mengembangkan dorongan ingin tahu, minat, membuktikan
kenyataan serta dorongan menemukan sendiri hal-hal yang berkaitan dengan apa
yang sedang dipelajarinya.
Evaluasi non-tes ini juga diterapkan pada kesempatan tanya-jawab dan diskusi untuk menilai berapa jauh para siswa memahami konsep-konsep yang dikembangkan dalam proses pembelajaran.
Evaluasi non-tes ini juga diterapkan pada kesempatan tanya-jawab dan diskusi untuk menilai berapa jauh para siswa memahami konsep-konsep yang dikembangkan dalam proses pembelajaran.
Evaluasi tes, dalam bentuk tes tertulis meliputi bentuk uraian (essay)
dan objektif tes. Evaluasi tes ini untuk mengukur berapa jauh penguasaan siswa
terhadap pokok bahasan yang di proses dan disajikan. Penilaian harus dilakukan
secara berkesinambungan dan menyeluruh sehingga menghasilkan tingkat evaluasi
yang komprehensif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PRESPEKTIF GLOBAL
- Memperhatikan hakikat dasar mental yang melekat pada diri tiap individu siswa yang meliputi :
a. Dorongan
ingin tahu yang harus dilayani dan dikembangkan
b. Minat
terhadap sesuatu, khususnya terhadap pokok bahasan yang disajikan
c. Dorongan
ingin membuktikan sendiri apa yang dipelajari dalam kenyataan dilapangan
d. Dorongan
ingin menemukan sendiri hal-hal yang dipelajari di lapangan, dalam kehidupan
praktis
- Memperhatikan asas-asas pembelajaran yang meliputi :
a. Dari
yang telah diketahui kearah yang akan diketahui
b. Dari
yang mudah ke arah yang makin sukar
c. Dari
yang dekat kea rah yang makin jauh
d. Dari
yang konkret kea rah yang makin abstrak
- Kegiatan proses belajar-mengajar
3.1 Selaku
guru IPS mengajukan pertanyaan “apakah anak-anak” sudah mengetahui adanya
kontroversional di lingkungan tempat tinggal mereka. Fenomena kontroversial
antara lain kemiskinan di satu pihak dan kemewahan di pihak lain, kekumuhan dan
kekotoran di satu pihak dan kebersihan
3.2 Dari
tanya jawab tersebut, selaku guru IPS membawa minat dan perhatian murid ke
lingkup yang lebih jauh tentang fenomena kontroversional yang telah diketahui
oleh para siswa. Dalam hal ini, penggunaan peta Indonesia atau peta dunia
sangat membantu citra penjelajahan para siswa
3.3 Melalui
ceramah dan tanya jawab, informasi dan tentang fenomena kontroversional itu terus
dikembangkan. Tingkat kemampuan siswa sesuai dengan asas pembelajaran, tetap
harus menjadi pegangan
3.4 Dengan
menerapkan asas evaluasi yang berlanjut dan berkesinambungan, dalam proses
penyampaian informasi melalui ceramah guru mengajukan pertanyaan untuk mengecek
para siswa tentang pemahaman materi yang dibahas
3.5 Tidak
semua materi pembelajaran diproses melalui kegiatan pembelajaran di dalam
kelas, siswa dapat ditugaskan berupa observasi di lingkungan sekitar siswa.
Penerapan metode tugas ini dapat mengembangkan strategi keberanian bertanya,
berkomunikasi dan keterampilan dalam berbagai aspek
3.6 Siswa
digiring keterampilannya untuk mengumpulkan guntingan dari media cetak tentang
pemberitaan masalah-masalah yang kontroversial.
Penerapan metode tugas, kegiatan ini dapat dilakukan terhadap siswa
secara individual maupun kelompok. Tugas individual memenuhi strategi
pengembangan keterampilan motorik dan intelektual masing-masing siswa,
sedangkan tugas kelompok mengembangkan strategi keterampilan sosial.
- Pengembangan Teknik Evaluasi
Pada proses pembelajaran khususnya pembelajaran IPS merupakan kegiatan
puncak. Namun demikian, pelaksanaannya tidak hanya dilakukan pada akhir proses
pembelajaran. Evaluasi dilakukan secara bertahap berkesinambungan sesuai dengan
proses pembelajaran . Oleh karena itu, apa yang harus dirumuskan dalam model
pembelajaran dapat Anda terapkan melalui tahap-tahap sebagai berikut.
4.1 Pada tahap awal pada waktu Anda bertanya
apakah anak-anak sudah mengetahui adanya fenomena yang controversial di lingkungan
tempat mereka, berarti Anda melakukan evaluasi kepada para siswa tentang apa
yang mereka sudah ketahui dan apa yang belum diketahuinya.
4.2 Selama proses kegiatan belajar mengajar
berlangsung, pada saat tanya jawab Anda juga melakukan evaluasi baik berkenaan
dengan jawaban mereka maupun mengenai pertanyaan ysng mereka ajukan. Dari
jawaban yang mereka ajukan, Anda dapat menilai berapa jauh mereka telah
memahami apa yang termasuk ke dalam fenomena dan masalah controversial. Dari
pertanyaan yang mereka ajukan juga Anda dapat menilai apakah sudah mampu mereka
menangkap apa yang dibahas, dan Anda juga dapat menilai keraguan-keraguan serta
kepastian para siswa menangkap makna yang menjadi pembahasan. Proses ini juga
menjdi umpan balik bagi Anda sendiri untuk menilai apakah sudah benar Anda
melaukan proses kegiatan belajar mengajar itu.
4.3 Dalam menerapkan metode tugas, banyak hal
yang dapat Anda evaluasi mulai dari kepatuhan dan ketepatan waktu (disiplin)
melakukan tugas kualitas informasi bahan dan barang yang dikumpulkan dan sikap
para siswa melaksanakan tugas ( senang hati, merasa sebagai kebutuhan,
keterpaksaan ).
4.4 Para pelaksana karyawisata dekat atau jauh
evaluasi meliputi aspek yang cukup luas mulai dari penilaian kemampuan
observasi, kerja sama, pemenuhan tugas sampai kepada sikap yang tercermin dari
perilaku siswa pada saat dan sesudah karyawisata itu dilaksanakan. Penilaian
baik kuantitatif maupun kualitatif disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa
dan sifat serta tingkat karyawisata yang bersangkutan ( berapa persen piknik,
berapa persen pengetahuan, berapa persen tugas ). Karena berkaitan dengan
proses pembelajaran, bobot penilaian pada pengetahuan dan tugas lebih
diutamakan.
4.5 Evaluasi
tertulis Anda lakukan sesuai dengan pertimbangan yang matang, apakah dua kali
atau satu kali. Apabila dilakukan dua kali, berarti di tengah-tengah perjalanan
proses satu kali. Apabila hanya satu kali, berarti dilakukan pada akhir proses.
Pilihan tadi bergantung pada luasnya pokok bahasan yang menjadi materi. Pilihan
bentuk evaluasi, bergantung pada pertimbangan rasional anda. Hanya harus
dipahami betul keunggulan dan kelemahannya, apakah ter uraian (essai) atau tes
objektif.
4.6 Keseluruhan
hasil penilaian, kuantitatif (dengan angka) ataupun kualitatif
(baik,sedang,buruk) dari segala aspek dipadukan. Dengan cara ini Anda dapat
mengharapkan memperoleh kesimpulan meneluruh tentang keberhasilan pencapaian
tujuan pembelajaran. Dari evaluasi secara menyeluruh tersebut, bukan
hanya tingkat penguasaan siswa terhadap hasil beajarnyaa yang dapat dinilai,
melainkan lebih jauh lagi sebagai “umpan balik” kinerja Anda juga dapat
dinilai.
Setelah kita membahas perancangan dan penerapan model pembelajaran IPS
dalam konteks perspektif global dengan pokok bahasan masalah-masalah
controversial secara menyeluruh, marilah kita lanjutkan dengan membahas model
pembelajaran yang lebih sempit tentang strategi pembinaan konsep. Konsep-konsep
yang akan dikembangkan tentu saja tidak terlepas dari konteks perspektif
global.
E.
Konsep
Dalam prespektif global, ada beberapa konsep yang dapat diketengahkan
antara lain saling ketergantungan, perdamaian, kesejahteraan bersama, dan lain
sebagainya.
1.
Pembinaan konsep
Pembinaan konsep dapat diartikan sebagai proses pengajaran aspek
konotatif konsep – konsep. Proses ini membutuhkan waktu lama untuk
memperkenalkan konsep kepada kepada para siswa dalam berbagai kesempatan
sehingga siswa dapat menemukan sendiri keragaman konotasi dari suatu konsep.
2.
Strategi pembinaan konsep
Dalam Strategi Pembianaan Konsep, proses pembelajaran itu secara dominan
diarahkan pada penguasaan suatu kata atau suatu ungkapan sampai terjadi pola
pengertian abstrak atau konsep dalam diri yang mempelajarinya, disini
berarti dalam diri siswa.
3.
Penerapan model pembelajaran pembinaan konsep
a. Anda
memperhatikan hakikat dasar mental anak (rasa ingin tahu,minat, ingin
membuktikan kenyataan, dorongan ingin menemukan sendiri) yang menjadi modal
bagi si anak dan juga bagi Anda dalam proses pembelajaran.
b. Memperhatikan
asas-asas pembelajaran dengan memperhatikan dengan sebaik-baiknya untuk
menghindarkan terjadinya pemaksaan kemampuan si anak dalam proses pembelajaran
c. Kegiatan
proses belajar mengajar
3.1 Mulai dengan mengajukan pertanyaan apakah
anak-anak sudah mengetahui hal-hal fenomena-fenomena apa fakta yang berkenaan
dengan saling ketergantungan yang dialami atau diamati di lingkungan tempat
tinggal mereka
3.2 Dari tanya jawab tadi Anda selaku guru IPS
mengembangkan minat dan perhatian para siswa untuk mengikuti kegiatan PBM
selanjutnya.
3.3 Melalui
ceramah dan tanya jawab, informasi tentang slaing ketergantungan baik yang
berasal dari guru maupun dari para siswa yang terus dikembangkan. Dengan cara
yang menarik minat dan perhatian serta berpegang pada asas peembelajaran
3.4 Dengan
menerapkan asas evaluasi Anda mengajukan pertanyaan kepada para siswa untuk
menilai apakah mereka dapat mengikuti kegiatan pembinaan konsep tersebut.
3.5 Karena kita yakin bahwa tidak semua materi
pembelajaran atau pokok bahasan dapat diproses melalui kegiatan PBM di kelas,
Anda mengembangkan metode tugas yang meliputi pengumpulan informasi, observasi
dan berkomunikasi dengan berbagai pihak sesuai dengan strategi yang diterapkan
3.6 Melalui tugas yang terarah, para siswa
tidak hanya digiring dan dikembangkan kemampuannya untuk membina konsep,
melainkan juga dibina keterampilan serta sikap sosialnya.
F. PENGEMBANGAN
TEKNIK EVALUASI
Rangkaian proses evaluasi itu
terus dilakukan namun sebagai kegiatan puncak terutama berkenaan dengan
penguasaan siswa terhadap apa yang Anda sajikan, evaluasi dalam bentuk tes
tertulis harus Anda lakukan, selain untuk menilai kemampuan para siswa tes ini
sebagai umpan balik untuk menilai keberhasilan kinerja anak.
Secara komperensif evaluasi yang Anda lakukan itu kegiatan sejak awal
sampai penilaian tes akhir. Penilaian itu meliputi kegiatan tanya jawab,
diskusi, tugas dengan hasilnya sampai yang terakhir tadi berupa tes tertulis.
Evaluasi ini meliputi hal-hal yang kualitatif sampai pada nilai yang dapat
diukur.selanjutnya bagaimana mengajarkan bagaimana keterampilan dan sikap
social terhadap penajaran IPS yang berkaitan dengan perspektif global tersebut.
Keterampilan yang secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan
mengajarkan kemampuan yang baik. Dalam pengajaran IPS keterampilan memiliki
makna yang luas pada kegiatan membaca. Secara luas keterampilan itu meliputi
keterampilan fisik motorik, keterampilan berpikir dan keterampilan
social.
Selanjutnya kita tinjau apa yang diamksud dengan sikap social khususnya.
Sikap adalah kecenderungan reaksi yang mantap dari seseorang terhadap sesuatu atau
seseorang atau terhadap lingkunagna pada umumnya sedangkan sikap social adalah
sikap positif terhadap kondisi dan lingkungan social yang ada serta dihadapi
seseorang. Sikap social dalam diri seseorang merupakan proses dan interaksi
social yang dialami oleh individu yang bersangkutan.
Pada kesempatan ini kita akan merancanag pembelajaran IPS dalam
mengajarkan keterampilan social dan sikap social. Terbina dan berkembangnya
keterampilan social dalam diri seseorang, dalam hal ini dalam diri peserta
didik tidak dapat dilepas dari adanya sikap social pada individu yang
bersangkutan. Dan sebaliknya terbinanya sikap social dalam diri seseorang
merupakan hasil pembinaan keterampilan social dalam diri yang bersangkutan.
Keterampilan sosial dengan
sikap sosial merupakan dua
sisi dari suatu mata uang dari suatu mata uang yang tidak terpisahkan satu sama
lain. Tingginya kualitas keterampilan social yang melkat pada diri seseorang
sangat dipengaruhi oleh kualitas sikap social individu yang bersangkutan dan
kembalikannya. Tingginya kualitas sikap social yang menjadi bagian dari diri
individu, tidak dapat dilepaskan dari kadar keterampilan social dalam diri orang yang bersangkutan.
MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN DAN SIKAP SOSIAL
- Memperhatikan hakikat dasar mental anak (sense of curiosity, sense of interest, sense of reality, sense of discovery) yang menjadi modal bagi anak untuk mengembangkan keterampilan dan sikap sosialnya.
- Memperhatikan asas-asas pembelajaran dengan sebaik-baiknya
Untuk menghindarkan terjadinya proses yang tidak sesuai dengan tingkat
perkembangan kemampuan peserta didik.
- Kegiatan Proses Belajar-Mengajar
3.1 Anda
selaku guru IPS mulai dengan pengamatan keterampilan apakah yang telah melekat
pada diri perserta didik. Apakah kebiasaan kerja sama (kerja kelompok),
bergotong-royong, menolong sesama teman telah ada pada diri mereka. Jika telah
ada, tinggal mengembangkan dan memantapkannya lebih lanjut.
3.2 Anda
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengandung persoalan atau masalah untuk
mengevaluasi sejauh mana tingkat nalar atau keterampilan berpikir telah mereka
dimiliki. Hal ini merupakan model awal untuk mengembangkan lebih lanjut
keterampilan intelektual mereka.
3.3 Anda
memberikan tugas awal berupa membersihkan dan membereskan ruang kelas,
menggunakan berbagai media pembelajaran (peta, globe, gambar) utnu mengetahui
sejauh mana keterampilan otorik telah ada pada mereka.
3.4 Melalui
pengamatan tanya jawab dan tugas awal. Anda dapat menilai tingkat “sikap
sosial” anak-anak peserta didik. Dari reaksi untuk kerja kelompok,
tolong-menolong, bergotong-royong dan seterusnya.
3.5 Selanjutnya,
melalui proses pembelajaran dan pembahasan “perdamaian dan keamanan dunia”
dalam lingkup perspektif global, keterampilan serta sikap sosial itu
dikembangkan lebih lanjut.
3.6 Keterampilan
motorik dan keterampilan sosial, dikembangkan melaui tugas, baik tugas
mengumpulkan informasi dan materi tentang hal-hal yang berkaitan dengan
perdamaian dan keamanan dunia, maupun tugas untuk mengamati kenyataan berkenaan
dengan perdamaian serta keamanan setempat atau sebaliknya yang bertentangan
dengan suasana damai dan aman.
3.7 Melalui
tanya jawab, diskusi, model pembelajaran stimulus-respons. Anda dapat
mengembangkan sikap sosial peserta didik. Rangsangan berupa persoalan-persoalan
terhadap perdamaian dan keamanan, lokal, regional serta dunia (global) yang
mengundang respons mereka, menjadi sarana mengembangkan sikap sosialnya.
- Pengembangan teknik Evaluasi
4.1 Anda
selaku guru IPS harus tetap berpegang pada asas evaluasi yang bertahap dan
berkesinambungan. Mulai dari saata anda melakukan pengamatan, tanya jawab, dan
pemberian tugas awal, anda telah melakukan evaluasi tentang keterampilan dan
sikap sosial serta keterampilan dan sikap pada umumnya. Tentu evaluasi lebih
bersifat kualitatif.
4.2 Hasil
evaluasi kualitatif awal pada butir 4.1 di atas, menjadi pelaksanaan proses
pembelajaran lebih lanjut, khususnya pembelajaran keterampilan dan sikap sosial
terhadap perdamaian serta keamanan dunia. Evaluasi yang lebih terukur dilakukan
pada tes tertulis (formatif, sumatif). Selain dari pada itu juga penilaian
terhadap tugas dan hasil tugas peserta didik.
4.3 Dengan
memadukan hasil evaluasi pada butir 4.1 dengan 4.2 secara berkesinambungan,
anda akan memperoleh hasil evaluasi yang menyeluruh, sehingga memperoleh data
penilaian yang memadai dan objektif.
BAB
III
PENUTUP
- Kesimpulan
Merancang
model pembelajaran IPS pada konteks perspektif global di tingkat SD, tidak
dapat dilepaskan dari haikat peserta didik dengan potensi dasar mentalnya,
tingkat perkembangan kemampuan sesuai dengan umur mereka, dan asas-asas
pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan tadi.
Pada pembelajaran IPS, khususnya dalam konteks
perspektif global, sumber dan media pembelajaran utama adalah kehidupan
masyarakat yang nyata. Sejalan dengan perkembangan IPTEK, multimedia hasil
kemajuan teknologi yang meliputi media cetak (surat kabar, tabloid, majalah)
dan media elektronik (radio. TV, video, internet) juga menjadi sumber serta
media pembelajaran yang makin bermakna.
Dalam
pembelajaran IPS pada konteks perspektif global , bukan hanya memanfaatkan
sumber yang majemuk dan menggunakan multimedia, melainkan juga menerapkan multi
metode (ceramah, tanya-jawab, diskusi, tugas, karyawisata) serta multistrategi
(pembinaan konsep, pengembangan nilai dan sikap , pengembangan keterampilan,
inkuiri dan berpikir kritis, tata cara bertanya yang efektif) sesuai dengan
sifat perspektif global tersebut.
Sesuai dengan hakikat perspektif global, pendekatan
dan evaluasi hasil pembelajaran dilakukan secara bertahap serta
berkesinambungan, dimulai dari awal pembelajaran, selama pembelajaran dan pada
akhir pembelajaran. pendekatan yang diterapkan mulai dari tingkat lokal dan
regional sampai ke tingkat global. Sedangkan evaluasinya mulai dari evaluasi
dalam tanya jawab dan diskusi sampai pada pelaksanaan tugas dengan hasilnya
sampai pada tes formatif serta sumatif.
Sesuai dengan hakikat perspektif global, guru IPS
dituntut memiliki wawasan yang luas tentang berbagai isu dan masalah global
yang terjadi dalam kehidupan.
DAFTAR PUSTAKA
Sumaatmadja,
Nursid. 2012. PDGK4303/2SKS Modul 1-6 Perspektif Global. Tangerang
Selatan : Universitas Terbuka.
Wihardit,
Kuswaya. PDGK4303/2SKS Modul 1-6 Perspektif Global. Tangerang Selatan :
Universitas Terbuka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar